Tadinya rindu itu ingin kuhidangkan buat makan malammu
Jadi hidangan istimewa di meja persembahan
Tapi tampaknya aku sajikan di saat kurang tepat
Kamu belum lapar dan masih asik berbincang dengan seorang teman
Kamu tepiskan tangan dan jemarimu menyenggol piring hati yang kubawa
Rinduku tumpah, berserakan di antara piring pecah
Aku tertegun memandangi rindu yang berceceran seperti sampah
Rindu yang kuramu dari irisan hati, sayatan mimpi dan pikiran yang kucincang
Kububuhi doa dan sedikit air mata, kini terbuang tak berarti
Entah, apa masih ada makan malam selezat tadi buat kuhidangkan ?
Sebentar, aku lihat dulu ke lemari penyimpan
Mungkin aku masih punya pesediaan hati dan mimpi...
Tapi maaf kalau ternyata tak ada yang tersisa buat malam ini

0 Responses to “Rindu Itu Makan Malam mu Sayang”
Post a Comment