
Kurasakan air mata meneduhi kelopak mataku …, membiarkannya mengalir …, menghempas kesenduan yang menyeruak di jiwa. Akankah ia terus mengalir sementara hati ingin segera menyudahinya??? Ah, sebuah romantisme kembali hadir…, walau
pada dasarnya tak inginku ‘tuk menghadirkannya. Lalu salahkah aku ketika rasa
itu hadir tanpa kehendakku??? Aku tak bisa memperkirakannya. Juga tak bisa menduga atau menerka. Hanya meraba biasnya dalam kesyahduan hati yang tak pernah berujung.
Saat ini …, aku hanya melihat dari apa yang terlihat dan tak ingin kuulangi kembali kebiasaan-kebiasaanku yang suka menyurat apa yang tersirat. Inikah cinta yang kembali lahir dari jiwa yang pernah hampa??? Entahlah. Jika ini memang benar adanya, akankah ‘KAU’ menyadari bahwa ada sebuah rasa yang telah dihadirkan oleh alam semesta di dalam lubuk rasaku ini???
Sungguh, aku ingin menikmati rasa ini. Dan keindahan rasa ini akan terasa lebih indah jika kau ada di sampingku. Jika kau tanya padaku mengapa rasa itu hadir, aku rasa aku tak tahu jawabannya. Tak butuh alasan untuk mencintai …, karena cinta tak memiliki arti selain cinta itu sendiri, hingga lidah ini kelu ketika ingin rasanya meneriakkan “AKU CINTA PADAMU”. Sayangnya …, tak ada kata dalam suara yang mampu mengekspresikan kata cinta itu.
Sungguh, ingin kutawarkan kesejatian padamu, karena aku tak ingin rasa ini menjadi kesemuan belaka. MAUKAH KAU???Sungguh, aku butuh jawabanmu. YA atau TIDAK !!! Tapi …, jangan pernah kau buatku bingung dengan memilih di antaranya.
Kurasa, aku butuh jawabanmu agar aku bisa merancang semuanya. Dan kuharap kau
menyadari bahwa aku tak bisa mewujudkan kesejatian itu saat ini. Masih banyak hal-hal yang harus kulakukan dan kupelajari …, agar ketika kesejatian itu tiba …, tak ada hal yang tersalah di antara kita.
Akan tetapi, saat ini …, aku ingin kau menyadari bahwa aku mencintaimu. Dan inginku akan pengertianmu bahwa aku cinta padamu ………
Labels: O.C.P

0 Responses to “Mencintaimu”
Post a Comment